Bahaya di dekat Printer

Bahaya rokok bagi kesehatan tentu sudah banyak orang yang mengetahuinya. Bahaya berada di dekat perokok juga bukan barang asing lagi. Namun, tahukah anda bahaya berada di dekat printer??

Printer laser yang biasanya dipakai oleh orang rumahan atau perusahaan itu juga bisa menimbulkan dampak yang sama berbahayanya bagi kesehatan kita. Seperti halnya rokok yang memancarkan partikel-partikel kecil yang berbahaya bagi kesehatan, printer pun memancarkan partikel berbahaya dalam jumlah yang tidak sedikit. Bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan mulai dari iritasi pada sistem pernafasan hingga masalah kardiovaskular dan kanker.

Dari 62 printer yang telah di uji, 15 printer di antaranya masuk dalam kategori sangat membahayakan kesehatan. Printer Hewlett-Packard LaserJet menyumbangkan 14 dari 15 printer beremisi tertinggi. Untungnya jumlah emisi yang dikeluarkan printer rumahan tidak sampai membahayakan. Jadi hal ini berbahaya ini terjadi jika printer digunakan secara terus menerus dalam ruangan tertutup, dan partikel-partikel kecilnya berkumpul hingga semakin banyak bertebaran di udara. Untuk mengurangi dampak merugikan tersebut, Prof. Lidia Morawska merekomendasikan agar memindahkan printer ke ruangan dengan sirkulasi udara yang bagus serta tidak ditempatkan di ruangan yang banyak terdapat orang berdiam disana, dan pemerintah tidak hanya mengatur regulasi tingkat emisi dari kendaraan, pabrik, atau sejenisnya, tetapi juga untuk perangkat printer.

Penelitian ini baru pertama kali dilakukan, karena itu masih banyak yang belum dikupas dari emisi partikel printer. Kandungan kimia dari partikel belum diketahui. Dan, semua ini bukan berarti bahwa beberapa merk printer mempunyai emisi dari printer merk lainnya.
Hewlettt-Packard sendiri belum memberikan tanggapan sehubungan dengan penelitian ini.

Di Jerman sudah ada lebih dari 1.600 kasus infeksi saluran nafas, mata, dan kulit disebabkan oleh partikel kecil dari printer mereka. Ini merupakan masalah dunia yang harus diselesaikan. Penelitian di Jerman sekarang menyatakan bahwa ukuran dari partikelnya 250µg/m3 dan ketika diamati penyebaran dari nano partikel lebih dari 250.000/cm3. Dan partikel ini bisa dianggap sebagai logam berat dan bahan kimia organik.

karena itu mulai sekarang kita harus selalu berhati-hati dalam menggunakan alat elektronik..

semoga bermanfaat :D
artikel ini di posting ulang dari :
Rosyidi.com

Related Posts by Categories



0 comments:

Posting Komentar

My Sponsor

Get 4Shared Premium! 100 Blog Indonesia Terbaik Adsense Indonesia